DISASTER RECOVERY PLAN FOR DATA CENTER

August 4th, 2010 by layong Leave a reply »

Data center  merupakan denyut  nadi  bisnis suatu perusahaan,  bila suatu saat   terjadi  gangguan atau bencana alam yang  tidak dapat  diprediksi  sebelumnya maka dijamin akan  terjadi  kelumpuhan pada beberapa   sektor   bisnis   atau   mungkin   keseluruhan   sektor   bisnis   yang   dimiliki   perusahaan.   Oleh karenanya, aspek penting yang harus dimiliki oleh semua data center adalah manajemen bencana yang baik dan  telah  teruji  sehingga sewaktu-waktu hal   tersebut   terjadi   tidak menimbulkan dampak yang terlalu merugikan perusahaan. Dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu:

Business Continuity Plan  (BCP):   rencana yang  fokus untuk mempertahankan kelangsungan  fungsi bisnis saat gangguan terjadi dan sesudahnya.

Disaster   Recovery   Planning  (DRP):   rencana   yang   fokus   pada   sistem  teknologi   informasi   yang diterapkan pada data center untuk memperbaiki operabilitas sistem target, aplikasi, dan fasilitas komputer dilokasi alternatif dalam kondisi darurat.

Sejumlah data center yang ideal bagi perusahaan sudah seharusnya memiliki suatu Disaster Recovery Center  sebagai  back-up  dari  data   center  utama,   dengan   kriteria   pembangunan   suatu  DRC  adalah sebagai   berikut:  Scalable,  Configurability,  Compatibility,  Manageability,  Availability,  Reliability, Distributability, Serviceability, Stability dan Interoperability. Namun yang perlu diperhatikan adalah batasan biaya, bagi suatu perusahaan menyediakan suatu DRC dengan keadaan yang sama dengan  data center  utama  (asumsi  bahwa  data center  utama memenuhi kondisi   ideal)  merupakan   hal   yang   cukup  memberatkan.  Oleh   karenanya   suatu   DRC   tidak   akan memenuhi kondisi ideal sepenuhnya.

Advertisement

Leave a Reply